About Me

There's nothing special about me, I'm just an ordinary girl who serve an extraordinary God.

Minggu, 20 November 2016

Siap Diutus !!

Yeremia 1:7-8
"Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN".
Saya mau sharing nih, dari kejadian yang terjadi akhir2, saya jadi inget tentang Yeremia yang diutus Tuhan. Walaupun pertamanya Yeremia bilang kalo dia ga pandai berkata2 dan dia juga masih muda. Tapi apa yang Tuhan bilang ke Yeremia ?
Yeremia 1:7
"Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan."
Diayat ini jelas banget bahwa Tuhan bilang Dia mau utus 'siapapun' tanpa lihat usianya. Temen2 pernah denger ga ada anak yang umurnya baru 5-10 tahun yg bisa ngebawa ribuan orang percaya sama Tuhan dalam sebuah KKR ? Dikota saya pernah sih pernah ada anak kecil umur 8-9 tahun yang ngadain KKR, tapi saya lupa siapa namanya :'v
Atau temen2 kenal Kanon Tipton ? Anak kecil yang umurnya baru 4 tahun ! Temen2 bisa ngeliatnya disini. Saya nonton video nya aja merinding, bro. Masih kecil gitu aja Tuhan pakai luar biasa. Kalo anak kecil aja bisa Tuhan pake secara luar biasa, masa kita ga bisa ?

Om2, tante2, jangan merasa 'ah, saya udah tua jadi udah telat', yang orang muda jangan bilang 'ah, saya masih muda jadi belom waktunya'. Saya cuma mau bilang aja nih, Tuhan hanya bakal ngepakai orang yang 'mau dipakai' olehNya, kalo kita terlalu banyak alesan Tuhan juga ga maksa kok. Cuman...
Kerugian terbesar di dalam hidup adalah bisa menikmati semua berkat Tuhan tetapi tidak mampu merasakan hatiNya
Kuasa Tuhan itu ga terbatas, temen. Jadi jangan membatasi diri kita kalo untuk Tuhan. Tuhan mau pakai kamu, Tuhan mau utus kamu, kamu siap ga diutus Tuhan ? Kalo Tuhan mau utus kamu waktu kamu ngebaca blog ini, siap ga ? Siap ga siap harus siap, guys. Hehe 😁 Inget, jadi anak Tuhan jangan lenje2, jangan lebay, selalu ngomongnya 'Tuhan, saya ga bisa, belom siap, ga mampu'. Percayalah kamu pasti bisa ! Kenapa begitu yakin ? Karena kamu dimampukan Tuhan ! Inget sekali lagi, kuasa Tuhan ga pernah terbatas bagi orang percaya.
Matius 19:26
"Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin". Sambil memandang mereka, Yesus berkata, "Bersama manusia, hal ini musthail, tetapi bersama Allah, semua hal itu mungkin".
Siaplah diutus Tuhan. Ga perlu khawatir, Dia selalu bersama kita kok. Gada hal lain yang bisa kita berikan buat Dia, selain menyenangkan hatiNya 💞 


Rabu, 02 November 2016

Taat ? Atau bersembunyi ?

Taat ? Aku kah itu ?

Pertanyaan itu berkali-kali terlintas di kepalaku. Entah mengapa dan bagaimana, tapi pertanyaan itu terus tertancap di kepalaku. Begitu sulit menghilangkannya. Aku tidak begitu menyukainya. Aku memilih membaca beberapa novel dan karangan-karangan detektif yang kusuka, menghabiskan sedikit waktu untuk nonton, lalu sisanya bercengkrama dengan sahabat-sahabatku. Buruknya, pertanyaan itu masih menancap disana-dikepalaku. Tapi akhirnya aku menyerah dan berkata “Ya, Ayah. Apa yang hendak Engkau ceritakan untukku ?”

Dimulailah semuanya..

Yah, beberapa waktu lalu aku menginginkan sesuatu. Aku begitu menginginkannya. Seperti seorang anak lelaki yang takjub melihat mobil-mobilan dengan remote control, kurasa seperti itulah aku. Aku menginginkan “mobil-mobilan” itu. Apa yang akan seorang anak lakukan ketika menginginkan sesuatu ? Yup, meminta dari orang tuanya. Bagaimana jika anak tersebut sudah punya cukup uang untuk membelinya? Kurasa anak yang baik tetap akan minta ijin kepada orang tuanya. Bukankah dia masih menggunakan uang orang tuanya ? Dan seperti itulah aku. Meminta ijin kepada Ayah (Jesus).

Dengan tersenyum Ayah menjawab “Tidak”, dengan beberapa alasan yang—maaf, tidak bisa kuceritakan—aku mengiyakannya. Yup, aku mengerti itu. Tapi, aku masih menginginkannya. Tidak, lebih dari pada itu aku bisa memilikinya. Tapi, kurasa aku memang anak yang baik *hahaha*. Aku melepaskan keinginanku. Aku memilih untuk TAAT. Aku memikirkan satu hal, yang setiap saat, selalu, dan begitu sering aku dengar dan aku baca pada berbagai status, baik itu Twitter, Facebook, dan berbagai sosial media lainnya. Kalimat yang tidak asing lagi.

“Jika Tuhan mengatakan ‘tidak’, itu artinya Ia menyediakan sesuatu yang lebih baik dari itu”.

Tepat sekali ! Tuhan memang selalu menyediakan yang terbaik kan ? Aku bahagia dan terhibur. Pikirku “Baiklah, tenang saja, Yuli. Tuhan tau mana yang terbaik”. Sampai akhirnya pertanyaan itu muncul. Benarkah ? Benarkah kau taat ? Benarkah tidak apa-apa ?

“Tentu saja, Ayah” aku mengungkapkannya dalam hati.

Tapi Tuhan menyingkapkan sesuatu yang lain. Ini berbeda. Ini menggairahkan dan sedikit menggelikan jika aku menoleh dan melihat kenyataan dari perbuatanku.

IA bertanya lagi “Bagaimana jika Aku tidak menyediakan yang terbaik ?”

Aku terkekeh “Itu tidak mungkin, Engkaulah yang selalu menyediakan yang terbaik”. “Untuk itu kah kau melepaskan keinginanmu?” Ayah bertanya lagi.

Aku terdiam. Otakku berputar. Aku berpikir keras. Aku rasa kalau didalam hatiku terdapat ribuan orang, mereka sedang berteriak ‘Ya, benar ! Tentu saja !’. Air mata mengalir. Aku gemetaran. Untuk satu jam lamanya, aku diam. Ya, benar! Aku sedang bersembunyi, aku sedang bersembunyi di balik kebaikan Tuhan. Aku sedang taat ? Benarkah ? Tidak ! Aku sedang mengharapkan yang lain, yang lebih baik. Mungkin aku memang terlihat taat—tapi tidak—aku sedang menantikan ‘The Best from God’. Aku meringis. Ini begitu menggelikan. Aku begitu menyedihkan. Aku sedang menghibur diriku sendiri sebenarnya. Antara taat dengan tidak, aku sedang memakai ‘The Best from God’ untuk menghibur diriku. Untuk mengurangi rasa tertekan dan kecewaku.

Aku tak bisa berkata apa-apa. Ayah melihatku, Ia tersenyum. Senyum yang begitu hangat. Aku mengakuinya. “Ya, Ayah. Inilah aku. Mulai saat ini, aku tidak perlu ada alasan. Jika Engkau berkata ‘tidak’, maka ‘tidak’. Bukan karena Engkau akan memberikan yang terbaik, tapi karena aku begitu mencintai-Mu..”

“Kau tau Ayah, yang terbaik memang sudah kupegang. Aku memiliki-Mu”
Bagian yang terbaik, rancangan damai sejahtera, itu memang sudah bagian dari anak-anak Tuhan. Tidak perlu menghibur diri, tidak perlu ragu untuk mengikuti-Nya.
Aku menggumam dalam hati “Bahkan sekalipun Engkau tidak menyediakan yang lebih baik, asal Engkau berkata ‘tidak’, itu cukup ! Tidak ada yang lebih baik dari melihat Engkau tersenyum Ayah”. Bukankah aku anak-Nya ? Aku tidak perlu alasan apapun untuk taat. 
Kurasa inilah “Love”. Tapi bukan karena aku mengasihi-Nya, maka Ia mengasihiku. Tapi karena Ia lebih dahulu mengasihiku, dengan cinta yang jauh lebih besar, yang tak dapat kupikirkan dan kubayangkan.
1 Yoh 4:19
“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Kita mengasihi karena Dia lebih dahulu mengasihi kita. Maka kita menaruh kasih, oleh sebab Ia mula-mula mengasihi kita”.
I Love You, JESUS :)



Halo 👋🏽😄

Tadi adalah kesaksian dari kaka rohani saya, Yulivia Sinaga 😁
Dengan gaya menulis yang 'penulis banget', saya nyaman banget sih bacanya. Hehe. Selain itu makna dari kesaksian ini pun sangat memberkati saya , kawan2. Semoga suatu hari kaka saya ini nerbitin bukunya yah *Amin* 👏🏽
Satu hal yang yang dapat adalah ‘hadiah terbaik’ yang kita inginkan, dambakan, itu semua sudah menjadi milik kita. Karena kita milikNya dan Ia adalah milik kita 💞
Jadi, ketika kita pengen sesuatu tapi Tuhan ga ngasih. Jangan kecewa ! Jangan sedih ! Kan hadiah terbaiknya udah kita miliki ? Seperti kata Rasul Paulus.
Filipi 3 : 8
“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus”.