Natal ?
Begitu denger kata itu apa sih yg lgsg muncul dipikiranmu ?
Satu hal yang bisa sy pastikan adalah.. sy ga tau apa yang kalian pikirkan, karena sy ga bisa membaca pikiran 😂 #apasih #abaikan #gapenting
Seharian ini sy baaaanyaaak banget baca tulisan ‘Merry Christmas’ ataupun ‘Selamat Natal’, ga hanya ngebaca sy juga ngedenger orang2 ngomong gitu, berkali kali kali kali kali dan kali. Tapi satu hal yang menjadi pertanyaan sy, apa arti natal bagi kalian ?
Sehari sebelum sy nulis artikel ini, sy bertanya sama beberapa orang, pertanyaannya adalah ‘Apa sih arti natal bagi kamu?’ Jawabannya beragam, ada yg dengan ‘dalem’ dia ngejelasin arti natal bagi dia, ada juga yg yahh asal yang penting jawab 😅
Sebenarnya sy tidak membutuhkan jawaban yg bener2 bagus, yg bener menyentuh, yg disusun dgn kata2 indah *eaa* sebenernya sy hanya ingin temen2 merenungkan kembali apa arti dari perayaan natal.
Sy banyak membaca kisah natal di internet yg disangkut pautkan dengan perayaan kafir, karena bertepatan dengan kelahiran dewa2, spt dewa mitra, dewa ra, ba-al, dkk. Jadi dari hal2 spt itu banyak yg beranggapan bahwa tgl 25 Desember bukanlah memperingati kelahiran Yesus Kristus, tetapi perayaan kafir atau berhala.
Yang perlu kita ingat adalah hari natal 25 Desember BUKAN tanggal persis hari kelahiran Yesus Kristus. Tapi hari PERINGATAN kelahiran Yesus.
Dan soal ciri khas Natal pernak pernik dan mitos2, sebenernya bukan tradisi Kekristenan, namun merupakan tradisi masyarakat doeloe yg masih menyembah dewa2 dkk yg diteruskan sampai sekarang. #gitu
Okayy, setelah sedikit menjelaskan ttg mitos2 natal dkk nya tsb sy pengen sedikit bercerita.
Pada tanggal 25 Desember 2013, ada seorang ibu dan anaknya yang menginap di sebuah hotel. Pada malam itu, sang ibu dan anak sedang berbaring tanpa obrolan, hening. Sang ibu menutup mata ingin beristirahat, tiba2 terasa sesak, sulit untuk dijelaskan, anaknya yg mendampinginya di sampingnya pun terasa jauh, jauh sekali. Satu kalimat, satu doa, satu harapan “Jangan dulu Tuhan, kewajibanku belum selesai. Berat memang, tapi belum selesai”. Setelah beberapa saat sang ibu terbangun dan spontan memeluk anaknya.
Ibu itu adalah mama sy dan anak itu adalah sy. Waktu itu mama divonis kanker payudara stadium 3 akhir dan sy nemenin mama operasi di Malaysia. Malam itu sy bener2 gatau kalo mama nyaris pergi, setelah beberapa waktu juga baru mama cerita.
Kesaksian ini menjadi inspirasi saya tentang arti natal ‘bagi saya’.
Natal bukanlah suatu rutinitas. Rutinitas akhir tahun untuk ngehias rumah, pohon natal, topi natal, santa claus, dkk. Bagi saya ‘Christmas is everyday’. Yapp, natal itu setiap hari, setiap waktu, karena natal itu adalah ketika Kristus lahir dihati setiap kita dan pada saat itu pula kita menerima pengharapan dan pengampunan dihadapanNya. Jadi natal itu ga selalu tanggal 25 Desember kok, tanggal 25 Desember itu kita memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Kita bisa kok merayakan natal setiap waktu, yang pasti Kristus menjadi fokus utama kita.
Natal dengan segala kemewahan ga ada artinya kalo ga ada Kristus didalam hati kita. Sebab natal adalah suatu pengharapan ketika Kristus lahir dalam kehidupan setiap kita 💝
Selamat natal dan salam terhangat dari Indonesia Timur 🎄

Tidak ada komentar:
Posting Komentar